![]() |
| Bahaya Chemical Pelling |
Bahaya Chemical Peeling - Memiliki kulit putih dan bersih adalah dambaan setiap orang,
khususnya kaum hawa. Tak jarang, demi mendapatkan kulit wajah ala model iklan
produk kosmetik mereka rela merogok kocek yang dalam dan meluangkan waktu untuk
menjajal aneka produk pemutih kulit salah satunya adalah melakukan chemical
peeling.
Chemical
peeling merupakan perawatan kecantikan dengan cara mempercepat pengelupasan
kulit secara kimiawi. Umumnya setelah selesai akan merasakan efek sedikit gatal
dan perih, diikuti dengan pengelupasan kulit. Chemical peeling bertujuan
memperbaiki dan melembutkan lapisan terluar kulit wajah yang rusak, namun
akibat dari pengelupasan ini memiliki efek yang cukup berbahaya untuk kedepannya.
Berikut adalah beberapa efek chemical peeling :
1.
Lapisan kulit menjadi tipis
Akibat menipisnya lapisan kulit, dapat berakibat berkurangnya
elastisitas kulit. Sehingga kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar
matahari dan tidak memiliki pigmen yang cukup untuk melindungi dari penuaan
dini.
2.
Timbul kemerahan
Proses penggunaan chemical peeling dapat berakibat munculnya
kemerahan pada kulit wajah, ini bisa berlangsung selama beberapa bulan.
3.
Terjadi perubahan warna kulit.
Dapat mengakibatkan
perubahan warna kulit. Chemical peeling juga bisa menyebabkan
hiperpigmentasi (kulit menjadi lebih gelap dari semula). Hal ini biasa terjadi
pada lapisan kulit yang lebih dangkal. Chemical peeling juga bisa
mengakibatkan hipopigmentasi (perubahan kulit yang lebih ringan dari
normal). Perubahan warna kulit ini lebih sering terjadi pada orang yang
memiliki kulit lebih gelap dan hal ini dapat mengakibatkan perubahan kulit
menjadi permanen.
4.
Lebih mudah terkena
flek dan bintik-bintik hitam
Wanita yang tinggal
di daerah tropis, memiliki kulit yang bermelanin banyak, sehingga kulit lebih
berwarna gelap. Saat dilakukan proses pemutihan, pigmen kulit akan berkurang
dan tidak bisa membantu menolak sinar matahari. Hasilnya justru timbul
flek-flek di wajah.
Chemical
peeling bukanlah metode yang cocok digunakan oleh siapa saja, apalagi bagi
kulit wanita Indonesia. Sebab, kulit wanita Indonesia memiliki kulit yang
berbeda dengan orang – orang barat. Dimana melanin pada tubuh wanita Asia lebih
banyak , sehingga jika terjadi pemutihan maka pigmen kulit yang seharusnya
menjadi penolak sinar matahari secara alami berkurang dan akan timbul flek –
flek diwajah. Dengan begitu anda justru membutuhkan perawatan kulit yang
ekstra.
Memang
pada saat menggunakan chemical peeling wajah dengan alat ataupun krim yang saat
ini marak terjadi memang dapat menjadikan
kulit putih secara instan, tapi setelah perawatan itu dihentikan maka
wajah akan kembali kesemula atau bahkan kadang – kadang menjadi lebih parah
seperti timbul bintik – bintik merah dan jerawat. Dalam prosesnya, banyak
campuran senyawa yang digunakan pada chemical peeling. Yang dikhawatirkan jika cream
chemical peeling mengandung zat pemutih yang bersifat toxic seperti merkuri dan
hydroquinon. ( waspada dengan
perawatan kulit wajah anda di CKS)
Hindari
teknik pemutihan kulit dengan cara pengelupasan, baik dengan cairan kimia
ataupun krim pemutih. Bila dilakukan
dalam jangka waktu yang panjang akan sangat berbahaya. Karena kulit yang sehat
dan cantik tidak didapat dengan cara instan tetapi dengan menutrisi sesuai
kebutuhan kulit.
Kulit
kita pada dasarnya secara alami mampu meregenerasi sel kulit setiap 28 hari
sekali. Kulit wajah secara alami mengganti sel kulit yang rusak dengan sel
kulit wajah yang baru. Proses regenerasi atau penggantian kulit wajah yang
optimal terjadi ketika berusia 20an tahun. Pada usia ini komponen kulit wajah
seperti kolagen dapat berkembang secara maksimal. Seiring dengan bertambahnya
usia, kemampuan regenerasi kulit wajah mengalami penurunan. Agar dapat
mempertahankan proses regenerasi kulit wajah dengan baik, kita perlu melakukan
perawatan baik dari luar maupun dari dalam untuk mengoptimalkan proses
regenerasi kulit wajah secara alami.


















